
Tiga Direktur RSUD di Kabupaten Bandung Barat, dr. Hj. Neng Siti Djulaeha, Sp.PK, dr. H. Wishnu Pramulo Ady, M.H.Kes, dan dr. Raden Nurul Rasihan Risalah, mengenakan ulos Batak saat perayaan HUT RI ke-81 di Kabupaten Bandung Barat, Senin (17/8/2026).
BANDUNG BARAT, Rajindonews.id – Perayaan HUT RI ke-81 Tahun 2026 di Kabupaten Bandung Barat berlangsung semarak dengan menampilkan beragam pakaian khas budaya Nusantara. Salah satunya kain ulos Batak yang dikenakan tiga Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Bandung Barat.
Ketiga Direktur RSUD yang mengenakan ulos Batak tersebut yakni Direktur RSUD Cililin dr. Hj. Neng Siti Djulaeha, Sp.PK, Direktur RSUD Cikalongwetan dr. H. Wishnu Pramulo Ady, M.H.Kes, dan Direktur RSUD Lembang dr. Raden Nurul Rasihan Risalah.
Penggunaan ulos Batak bukan sekadar pakaian dalam perayaan kemerdekaan. Kehadiran kain khas Batak tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap keberagaman budaya yang hidup di Kabupaten Bandung Barat dan Indonesia.
Siti mengatakan, keberagaman suku dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membeda-bedakan satu dengan lainnya.
“Dalam kesempatan ini kami menunjukkan keberagaman suku di KBB. Kebudayaan merupakan kekayaan bangsa kita, Republik Indonesia,” ujar Siti.

Ia menegaskan bahwa keberagaman justru dapat memperkuat persatuan dan sinergi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bandung Barat.
“Kami menjunjung tinggi budaya dan keberagaman. Tidak membedakan, karena beragam itu indah. Kami tetap bersinergi dan mendukung pembangunan bersama Pemerintah KBB,” paparnya.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya tentang seremoni, tetapi juga tentang merawat persatuan di tengah keberagaman.
(Gultom).