April 4, 2026

Damkar Bandung Barat Evakuasi Bocah 7 Tahun Tenggelam di Waduk Saguling Cihampelas

Tim Damkar Kabupaten Bandung Barat mengevakuasi korban anak yang tenggelam di area keramba Waduk Saguling.

BANDUNG BARAT, RajindoNewsPetugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat mengevakuasi seorang bocah berusia 7 tahun yang tenggelam di area Waduk Saguling, Kampung Cisedong, RT 02 RW 10 Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (5/3/2026) sore. Korban bernama Muhammad Abdul Ghani bin Sahroni ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian bersama warga sekitar.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 16.30 WIB ketika korban bersama beberapa temannya bermain di area keramba atau kolam ikan apung di tengah Waduk Saguling. Mereka menuju lokasi menggunakan sebuah tongkang.

Namun saat hendak kembali ke daratan, tongkang yang mereka tumpangi diduga terguling. Beberapa teman korban berhasil menyelamatkan diri, sementara korban langsung tenggelam karena tidak dapat berenang.

Laporan mengenai kejadian itu diterima oleh petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat sekitar pukul 17.00 WIB dari seorang warga bernama Gagan Hakim. Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu 02 Damkar Sektor Cililin segera meluncur ke lokasi pada pukul 17.05 WIB menggunakan satu unit armada Fire Truck (FT) Cililin.

Petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 17.20 WIB dengan waktu respon sekitar 15 menit. Jarak antara markas Damkar dan lokasi kejadian diperkirakan sekitar 10 kilometer.

Setibanya di lokasi, petugas langsung berkoordinasi dengan pelapor serta warga setempat untuk melakukan pencarian korban di sekitar area waduk. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi menggunakan jaring serta bambu di sepanjang pinggiran area kejadian.
Sekitar pukul 17.40 WIB, tubuh korban akhirnya muncul ke permukaan air dan segera diangkat ke daratan oleh petugas bersama warga.

Petugas Damkar memberikan pertolongan pertama dengan metode RJP sebelum korban dibawa ke klinik oleh keluarga.

Petugas Damkar kemudian memberikan pertolongan pertama dengan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Namun setelah beberapa saat tidak ada respon dari korban, pihak keluarga membawa anak tersebut ke klinik terdekat untuk memastikan kondisi medisnya.

Berdasarkan keterangan pihak klinik, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar perairan terbuka, terutama di kawasan waduk dan keramba apung yang memiliki risiko tinggi kecelakaan.
(Gltm)