April 4, 2026

KBB Gelar Panen Raya Daring, Swasembada Pangan Diumumkan Nasional

BANDUNG BARAT,rajindonews.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar panen raya padi yang dirangkaikan dengan pengumuman swasembada pangan nasional secara daring melalui konferensi Zoom bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kamis (8/1/2026). Presiden mengikuti kegiatan tersebut secara virtual dan tidak hadir langsung di lokasi panen di wilayah KBB.

Pengumuman swasembada pangan nasional tersebut disampaikan Presiden dalam agenda panen raya serentak yang diikuti sejumlah daerah sentra pertanian di Indonesia, termasuk Kabupaten Bandung Barat. Momentum ini dinilai menjadi pengakuan atas kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Bupati Bandung Barat dalam laporannya menyampaikan bahwa sektor pertanian di wilayahnya menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Kabupaten Bandung Barat mencatat luas panen mencapai 45.385 hektar dengan total produksi padi sebesar 310.922 ton Gabah Kering Panen (GKP), atau setara sekitar 165.162 ton beras.

Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 158.000 ton beras per tahun, Kabupaten Bandung Barat saat ini berada dalam kondisi surplus sebesar 7.162 ton beras. Capaian tersebut menempatkan KBB sebagai salah satu daerah yang mampu menopang ketahanan pangan di Jawa Barat.

Dari sisi produktivitas, rata-rata hasil panen padi di Bandung Barat mencapai 6,6 ton per hektar. Peningkatan tersebut didorong oleh program intensifikasi pertanian, penggunaan benih unggul, serta pendampingan berkelanjutan kepada petani. Di sejumlah lokasi optimal, produktivitas bahkan tercatat melebihi rata-rata tersebut.

Selain itu, Indeks Pertanaman (IP) lahan sawah berhasil ditingkatkan dari sebelumnya dua kali tanam per tahun (IP 200) menjadi 2,47 kali tanam per tahun (IP 247). Pemerintah daerah juga mengembangkan komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi, seperti Beras Hitam Cigadog atau Beas Hideung dari wilayah Gunung Halu, sebagai bagian dari diversifikasi pangan lokal.

Atas berbagai capaian tersebut, pada tahun 2025 Kabupaten Bandung Barat menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian sebagai kabupaten dengan peningkatan persentase luas tanam terhadap luas panen sebesar 22,11 persen dan menempati peringkat kedua tingkat nasional.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kerusakan saluran irigasi, keterbatasan alat dan mesin pertanian pra-panen, kebutuhan benih adaptif terhadap perubahan iklim, serta penurunan kesuburan tanah di beberapa wilayah.Melalui momentum panen raya daring ini, Pemkab Bandung Barat menegaskan komitmennya menjaga Luas Lahan Baku Sawah seluas sekitar 18.351 hektar dari ancaman alih fungsi lahan, sekaligus mendorong digitalisasi pertanian dan keterlibatan generasi muda melalui program Petani Zilenial guna menjaga keberlanjutan sektor pangan. (Gultom)