
BANDUNG BARAT, Rajindonews.id – Kendala pada sistem referensi digital menjadi sorotan di RSUD Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Direktur Utama RSUD Cikalong Wetan, dr. Wisnhu Pramula ADY., M.Hum, mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam pelayanan kesehatan saat ini bukan terletak pada penanganan pasien, melainkan pada sistem Sisrute yang kerap lambat merespons rujukan, Kamis (2/4/2026).
Menurut Wisnhu, Sisrute atau Sistem Informasi Rujukan merupakan platform berbasis digital yang digunakan untuk mengatur proses rujukan pasien antar fasilitas kesehatan. Sistem ini dirancang untuk membantu tenaga medis menentukan tujuan rumah sakit, menyediakan ketersediaan fasilitas seperti ruang, dokter, dan alat medis, serta memastikan pasien diterima sebelum dirujuk.
Namun dalam praktiknya, proses rujukan melalui Sisrute sering terkendala karena respon dari rumah sakit tujuan yang lambat, bahkan tidak jarang tidak memberikan jawaban. Kondisi tersebut berdampak pada tertundanya pengiriman pasien yang memerlukan penanganan lanjutan.
“Kami tidak akan mengarahkan pasien tanpa ada kepastian dari rumah sakit tujuan. Jawaban itu penting agar pasien tidak terlantar,” tegas Wisnhu.
Ia juga menambahkan bahwa RSUD Cikalong Wetan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait layanan pembatasan, mengingat status akreditasi rumah sakit Paripurna berbeda dengan Kelas RS dimana RSUD Cikalong Wetan masih Tipe C yang memiliki keterbatasan alat maupun dokter spesialis.
Meski demikian, pihak rumah sakit menyatakan tidak pernah menolak pasien dengan keluhan apa pun. Setiap pasien yang datang akan terlebih dahulu melakukan diagnosis di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sebelum ditentukan apakah perlu dirujuk ke rumah sakit lain seperti RS Cibabat, RS Dustira, atau fasilitas kesehatan lainnya.
Wisnhu berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan yang dilakukannya berlandaskan pada tanggung jawab kemanusiaan. (Tom)