
JAKARTA,Rajindonews.id – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Mpu Tantular menggelar pembekalan workshop sebelum pengumuman lomba berani bertajuk “Seni Berbicara: Dari Ide Menjadi Aksi”, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti mahasiswa lintas kampus dan menghadirkan narasumber kompeten di bidang komunikasi untuk meningkatkan kemampuan public speaking generasi muda.
Workshop menghadirkan Dr. Saktisyahputra, SIKom., MIKom., serta Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., MIKom. Keduanya membekali peserta dengan teknik dasar berbicara di depan umum, strategi mengelola rasa gugup, penyusunan materi yang sistematis, hingga membangun koneksi emosional dengan penonton. Salah satu juri lomba, Theresia Nera, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa seluruh peserta telah menunjukkan keberanian tampil meski melalui media video, sementara dalam kompetisi tetap harus ada pemenang.

Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Bina Nusantara, Universitas Pancasila, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Gunadarma, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Paramadina, Universitas Terbuka, serta Telkom University. Partisipasi luas ini menunjukkan tingginya minat siswa terhadap kompetensi komunikasi.
Ketua pelaksana, Yosua Ruben Marpaung, mahasiswa semester I Fikom, menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai proses menjadi creator, conceptor, mediator, dan problem solver tidaklah mudah, namun menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa komunikasi.
Dalam pengumuman hasil lomba, Juara I diraih Hudson Fulviano Sentosa (Bina University Bekasi), Juara II Rezka Talia Schalsabila (Universitas Pancasila), dan Juara III Saskia Khairunissa (UMN).
Panitia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa sekaligus mendorong kolaborasi dosen dan pimpinan fakultas dalam mewujudkan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Lokakarya ini menegaskan bahwa kemampuan komunikasi bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan kompetensi strategi yang menentukan daya saing generasi muda di ranah akademik maupun profesional. (Gltm)