April 6, 2026

Pemkot Cimahi Gelar Festival Sangkuriang 2025 Satukan 23 Etnis

CIMAHI, rajindonews.id – Pemerintah Kota Cimahi bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) menyelenggarakan Festival Sangkuriang Tahun 2025 di Alun-Alun Kota Cimahi,sebagai upaya memperkuat persatuan, toleransi, dan pelestarian budaya lintas etnis di Kota Cimahi, Pada Sabtu (13/12/2025).

Festival Sangkuriang 2025 diikuti oleh 23 etnis yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan Kota Cimahi. Kegiatan diawali dengan parade budaya dari kawasan Cimahi Mall menuju Alun-Alun Cimahi, kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, tarian daerah, musik etnik, serta peragaan busana adat dari beragam daerah di Indonesia.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Ribuan warga memadati area alun-alun untuk menyaksikan rangkaian acara, yang dinilai menjadi ruang ekspresi kebhinekaan sekaligus penguat identitas budaya di tengah masyarakat perkotaan yang majemuk.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, yang membuka kegiatan secara resmi, menyatakan bahwa Festival Sangkuriang bukan sekadar hiburan, tetapi sarana strategis untuk menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman latar belakang masyarakat Cimahi.

“Perbedaan suku, agama, dan budaya bukan alasan untuk terpecah, justru menjadi kekuatan untuk membangun Cimahi yang aman, rukun, dan kondusif,” ujar Ngatiyana.

Ia menjelaskan, penamaan Sangkuriang mengandung filosofi kerja cepat, kolaboratif, dan efektif, yang tercermin dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan festival. Ngatiyana juga menegaskan bahwa pendanaan kegiatan ini bersumber dari sebagian APBD Kota Cimahi serta didukung swadaya Forum Pembauran Kebangsaan bersama para mitra.

Sementara itu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Cimahi, Totong Solehudin, mengatakan bahwa FPK merupakan wadah pembauran etnis yang dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan dan saat ini menaungi 23 etnis yang aktif menjaga kerukunan sosial.

“Festival Sangkuriang kami rancang sebagai ruang temu lintas etnis, ruang dialog, sekaligus panggung kebudayaan. Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender event budaya Kota Cimahi,” kata Totong.

Selain menampilkan seni budaya, Festival Sangkuriang 2025 juga melibatkan komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan media. Keterlibatan lintas sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi publik, kebahagiaan masyarakat, serta mendorong perputaran ekonomi lokal.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam mendukung pemajuan kebudayaan, penguatan nilai toleransi, dan pembangunan sosial yang inklusif di tengah keberagaman masyarakat.***