April 4, 2026

Pemkot Cimahi Matangkan Rencana Transportasi 2027, Fokus PJU dan ATCS

CIMAHI, Rajindonews.id – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perhubungan menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) untuk menyusun Rencana Kerja Tahun 2027 di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, guna memperkuat pembangunan sektor transportasi dan menjawab persoalan kemacetan, penerangan jalan, serta modernisasi sistem lalu lintas hingga 2030.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhisthira, menegaskan forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memastikan kebijakan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Forum ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang strategis untuk memastikan setiap program yang dirancang mampu menjawab persoalan nyata masyarakat, khususnya di sektor perhubungan,” ujar Adhitia.

Ia menyebut tahun 2027 sebagai periode penting dalam fase kematangan pembangunan daerah. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci.

“Tahun 2027 merupakan fase penting kematangan pembangunan. Kita harus memanfaatkan forum ini untuk merumuskan solusi transportasi yang terarah, terukur, dan berkelanjutan,” katanya.

Pemkot menargetkan persoalan transportasi dapat ditangani secara bertahap hingga 2030. Menurutnya, kualitas sistem perhubungan mencerminkan kemajuan sebuah kota.

“Kemajuan suatu kota bisa dilihat dari kesiapan dan kualitas infrastruktur transportasinya. Jika sistemnya baik, masyarakat akan merasakan langsung kenyamanan dan keamanan,” tegasnya.

Sebagai wilayah perkotaan, Cimahi menghadapi tantangan kepadatan lalu lintas, optimalisasi transportasi publik, serta integrasi sistem transportasi. Karena itu, penataan penerangan jalan umum (PJU) menjadi prioritas dalam rencana kerja 2027.

“Kita akan meningkatkan efektivitas PJU di jalan kota maupun PJU dekoratif di jalur provinsi, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi agar pengelolaannya optimal,” jelas Adhitia.

Penegasan marka jalan juga menjadi perhatian guna meningkatkan keselamatan dan estetika jalan. Sementara itu, simpang Kolmas Citeureup masih dikaji sebagai titik rawan kemacetan meski telah dilengkapi APIL.

“Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pelebaran radius tikungan di simpang Kolmas Citeureup agar arus kendaraan lebih lancar,” ungkapnya.

Pemkot juga akan mengaktifkan kembali APIL yang sempat terganggu dan mulai mengembangkan Area Traffic Control System (ATCS).

“Kita mendorong modernisasi manajemen lalu lintas melalui pengembangan ATCS agar sistem transportasi di Cimahi semakin tertib, aman, dan efisien,” tutupnya. (Gltm)