
BANDUNG BARAT, Rajindonews.id – Sebanyak 127 satuan pendidikan jenjang SD, SMP, dan TK/PAUD dari Kecamatan Cipongkor, Cililin, Cihampelas, dan Batujajar mengikuti pembinaan kebijakan dan tata kelola pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (Disdik KBB) di SMP Darul Falah, Kecamatan Cihampelas, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin Disdik KBB untuk memperkuat koordinasi dengan satuan pendidikan sekaligus menyampaikan berbagai kebijakan pendidikan agar dapat dipahami dan diterapkan sesuai ketentuan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan KBB, Edy Syafrudin, melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, Eri Trikurniadi, mengatakan pembinaan diperlukan untuk menyamakan persepsi antara pemerintah daerah dengan satuan pendidikan dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan pendidikan.
“Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dengan satuan pendidikan. Melalui kegiatan ini, berbagai kebijakan dan informasi penting dapat disampaikan secara langsung sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik di masing-masing sekolah,” ujarnya.
Menurut Eri, pembinaan juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali tugas, fungsi, dan tanggung jawab satuan pendidikan, baik dalam pelaksanaan pembelajaran maupun pengelolaan administrasi dan tata kelola sekolah.
“Kita ingin seluruh satuan pendidikan senantiasa memperhatikan tugas dan tanggung jawabnya, baik dalam penyelenggaraan pembelajaran maupun dalam pengelolaan administrasi dan tata kelola sekolah. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan berbagai program pendidikan dapat berjalan lebih tertib dan optimal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP, Cucu Rosmiati, menegaskan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pendidikan dapat diterapkan secara efektif di masing-masing satuan pendidikan.
“Kepala sekolah memiliki peran penting sebagai penggerak utama dalam pelaksanaan program pendidikan di satuan pendidikan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kebijakan dan kemampuan membangun koordinasi menjadi hal yang sangat penting agar program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara tepat dan memberikan dampak bagi peserta didik,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang BPTK, Erlina, menyampaikan informasi terkait kebijakan pemerintah mengenai status kepegawaian PPPK penuh waktu dan PPPK paruh waktu.
“Kita sambut kabar bahagia yang sudah digaungkan pemerintah terkait pemindahan status PPPK penuh waktu dan PPPK paruh waktu sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk dunia pendidikan,” ungkapnya.
Pemandu acara, Arif Budiman Laisina, menilai antusiasme satuan pendidikan dalam mengikuti pembinaan menunjukkan adanya komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan memahami kebijakan pendidikan.
“Antusiasme satuan pendidikan dalam mengikuti kegiatan ini patut diapresiasi. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa sekolah memiliki semangat untuk terus berkoordinasi, mendapatkan informasi terbaru, serta memperkuat pemahaman terhadap berbagai kebijakan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan,” terangnya.
Ia menambahkan, pembinaan tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, tetapi juga ruang untuk membangun komunikasi dan sinergi antara Disdik KBB dengan satuan pendidikan.
“Melalui pembinaan yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, kita berharap terbangun kesamaan langkah antara Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan. Dengan sinergi yang semakin kuat, berbagai kebijakan dan program pendidikan dapat dilaksanakan secara optimal demi peningkatan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat,” tandasnya.
Diskominfotik.
(Gultom)