
BANDUNG BARAT, Rajindonews.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (Disdik KBB) menekankan pentingnya pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sesuai ketentuan serta kepedulian kepala sekolah terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Penegasan tersebut disampaikan Plt. Kepala Disdik KBB, Edy Syafrudin, saat membuka kegiatan pembinaan bagi lebih dari 70 kepala sekolah jenjang sekolah dasar (SD) dari Kecamatan Sindangkerta, Gununghalu, dan Rongga, di Kantor PGRI Kecamatan Rongga-Gununghalu, Rabu (9/9/2026).
Edy meminta kepala sekolah memastikan dana BOSP digunakan sesuai peruntukan, termasuk untuk pemeliharaan dan perawatan sarana prasarana sekolah.
“Dana BOSP yang Bapak/Ibu Kepala Sekolah terima, silakan digunakan sesuai dengan peruntukannya. Jangan sampai sekolah tidak terawat, padahal dari sejumlah dana yang diterima terdapat alokasi untuk biaya perawatan,” tegas Edy.
Menurutnya, kepala sekolah perlu memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap berbagai kondisi yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan. Kerusakan ringan, kata Edy, harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.
“Saya berharap Bapak/Ibu Kepala Sekolah lebih peduli terhadap kondisi dan lingkungan sekolah. Ketika terdapat kerusakan ringan, seperti genteng bocor, plafon rusak, atau pintu WC yang rusak, segera lakukan perbaikan agar kerusakan tersebut tidak semakin parah,” tandasnya.
Kegiatan yang dipandu Arif Budiman Laisina tersebut tidak hanya membahas pengelolaan BOSP, tetapi juga sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan satuan pendidikan.
Kepala Bidang BPTK Disdik KBB, Erlina, dalam kesempatan tersebut menyampaikan penjelasan mengenai kebijakan pemerintah terkait status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu.
“Kita sambut kabar baik yang telah digaungkan pemerintah terkait status PPPK penuh waktu dan PPPK paruh waktu sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk dunia pendidikan,” ungkap Erlina.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD H. Eri Trikurniadi dan Kepala Bidang Pembinaan SMP Cucu Rosmiati memberikan apresiasi kepada para kepala sekolah yang dinilai memiliki peran penting sebagai figur, teladan, sekaligus pemimpin di satuan pendidikan.
Keduanya menekankan bahwa kepemimpinan kepala sekolah harus mampu menggerakkan seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang berpihak pada murid.
Eri mengatakan, pembinaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan kepala sekolah dalam memastikan setiap program yang direncanakan berjalan efektif, terarah, dan sesuai target.
“Jadilah pemimpin yang memiliki visi masa depan dan menjadi teladan, serta mampu menggerakkan seluruh warga sekolah hingga memberikan dampak,” pungkasnya. Diskominfotik
(Gultom)