September 21, 2026

SMPN 2 Cipongkor Perkuat Kompetensi Guru melalui IHT Pembelajaran Mendalam

BANDUNG BARAT, Rajindonews.id – SMPN 2 Cipongkor menggelar In House Training (IHT) Pembelajaran Mendalam untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna bagi murid, di SMPN 2 Cipongkor, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Abdul Cholik, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, sebagai pemateri.

Plt. Kepala SMPN 2 Cipongkor, Sumaroto, mengatakan IHT menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran sesuai kebutuhan murid.
Menurutnya, guru tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi perlu menciptakan pengalaman belajar yang membuat murid memahami, mengolah, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap melalui kegiatan IHT ini, para guru semakin memahami konsep pembelajaran mendalam dan mampu mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Sumaroto menambahkan, proses pembelajaran perlu memberikan ruang kepada murid untuk terlibat aktif melalui kegiatan mengeksplorasi, berdiskusi, mencoba, dan mengembangkan potensi.
“Pembelajaran hendaknya tidak hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi bagaimana murid benar-benar memahami apa yang dipelajari dan mampu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Sementara itu, Abdul Cholik menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan berarti menambah jumlah materi yang harus disampaikan kepada murid. Pendekatan tersebut lebih menekankan pada pemahaman konsep kunci, keterkaitan antarkonsep, serta penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

“Pembelajaran mendalam bukan menambah beban materi, melainkan memperdalam pemahaman konsep kunci, koneksi antarkonsep, dan aplikasi dalam kehidupan nyata murid,” paparnya.

Abdul juga mengajak para guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang selama ini diterapkan. Menurutnya, guru perlu melihat kembali apakah pembelajaran yang diberikan telah membuat murid benar-benar memahami materi atau hanya menghafalnya untuk kebutuhan ujian.
“Apakah kelas kita sudah mengakomodasi kebutuhan murid? Pertanyaan ini penting untuk menjadi bahan refleksi kita sebagai pendidik,” lanjutnya.

Dalam IHT tersebut, Abdul turut membahas desain pembelajaran, pengalaman belajar murid, serta pencapaian dimensi profil lulusan. Setiap aktivitas pembelajaran, kata dia, perlu dirancang secara terarah agar memiliki tujuan dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya belajar melalui lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Pendekatan Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) dapat digunakan untuk mendorong murid menghadapi persoalan, mencari solusi, bekerja sama, serta menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Abdul menegaskan, keberhasilan pembelajaran tidak hanya dilihat dari kemampuan murid menjawab soal, tetapi juga dari kemampuan memahami konsep, menghubungkan berbagai pengetahuan, dan menerapkannya dalam kehidupan.

“Yang terpenting adalah bagaimana pengetahuan yang diperoleh murid tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi menjadi pemahaman yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata,” tandasnya. Diskominfotik
(Gultom)

About the Author

error: Content is protected !!