
CIMAHI, RajindoNews.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cimahi, Dr. Neneng Rahmadini, S.H., M.H., meninjau latihan tujuh atlet panahan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Cimahi di Velodrome Munaip Saleh, untuk memastikan kesiapan pembinaan atlet menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) VII Jawa Barat 2026,Kamis (5/11/20226).
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut audiensi Kajari Cimahi dengan Ketua NPCI Kota Cimahi, Asep Mugiana E., S.Pd., beserta jajaran pengurus NPCI, sehari sebelumnya.
Dalam kunjungan tersebut, Neneng yang juga menjabat Ketua Kontingen atau Chef de Mission (CdM) Kota Cimahi memberikan dukungan dan motivasi kepada para atlet yang tengah menjalani latihan.
“Atlet disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi serta meraih prestasi. Karena itu, mereka membutuhkan perhatian dan dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Neneng.

Ia menegaskan, dukungan terhadap atlet tidak boleh berhenti pada motivasi, tetapi harus diwujudkan melalui pembinaan, pendampingan, dan perhatian terhadap kebutuhan mereka.
Langkah Kejari Cimahi tersebut merupakan bagian dari implementasi program Jaksa Garda Inklusi (JAGAIN) yang digagas Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani.
Program JAGAIN mendorong penguatan ekosistem olahraga disabilitas melalui pendataan atlet, pemantauan pembinaan, koordinasi dengan pemangku kepentingan, serta advokasi untuk mendorong perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dan dukungan anggaran atlet disabilitas.
Kejari Cimahi berharap sinergi bersama NPCI dan pemerintah daerah dapat memperkuat pembinaan atlet sehingga kontingen Kota Cimahi mampu bersaing dan meraih prestasi pada PEPARDA VII Jawa Barat 2026.
Dukungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan penyelenggaraan olahraga yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi atlet disabilitas. (Gultom).