
BANDUNG BARAT,Rajindonews.id – Kondisi fasilitas proteksi kebakaran di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menjadi sorotan. Sejumlah instalasi hydrant yang seharusnya selalu dalam kondisi siap pakai saat terjadi keadaan darurat diduga kurang mendapatkan pemeliharaan.
Berdasarkan hasil kontrol sosial yang dilakukan RajindoNews.id pada Jumat (7/8/2026), beberapa pilar hydrant yang berada di area taman kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat terlihat berkarat dengan cat pelindung yang mulai mengelupas. Sementara itu, di dalam sejumlah gedung, box hydrant tampak tidak dalam kondisi ideal karena beberapa perlengkapannya diduga tidak lagi lengkap.
Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pemeliharaan sistem proteksi kebakaran yang menjadi bagian penting dari standar keselamatan bangunan gedung pemerintah. Hydrant dan sprinkler merupakan fasilitas wajib yang berfungsi sebagai sarana penanggulangan awal apabila terjadi kebakaran, sehingga kondisinya harus dipastikan selalu siap digunakan.
Memasuki musim kemarau, kesiapan seluruh sistem proteksi kebakaran menjadi semakin penting mengingat meningkatnya potensi terjadinya kebakaran. Kondisi pilar hydrant yang berkarat dan perangkat box hydrant yang tidak lengkap dikhawatirkan dapat mengurangi kesiapan sistem proteksi apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

RajindoNews.id juga mempertanyakan organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan instalasi tersebut. Apakah menjadi kewenangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), atau bagian lain yang mengelola aset dan gedung milik pemerintah daerah.
RajindoNews.id mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung Barat segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh instalasi hydrant dan sprinkler di lingkungan perkantoran. Pemeriksaan dan pemeliharaan berkala dinilai penting agar seluruh sistem proteksi kebakaran berfungsi sesuai standar dan mampu memberikan perlindungan optimal bagi aparatur maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, RajindoNews.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari instansi terkait mengenai kondisi instalasi hydrant tersebut serta pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengelolaannya.***