April 4, 2026

Ngatiyana Buka Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 1948, Tampilkan Ragam Budaya Lintas Etnis di Cimahi

Wali Kota Cimahi Ngatiyana memukul goong sebagai tanda dimulainya Pawai Budaya dan Ogoh-Ogoh Nyepi Saka 1948 di Lapangan Pussenarhanud Cimahi.

CIMAHI, Rajindonews.id – Wali Kota Cimahi Letkol TNI (Purn) Ngatiyana membuka Pawai Budaya dan Ogoh-Ogoh dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 / 2026 Masehi dengan memukul goong sebagai tanda dimulainya acara di Lapangan Pussenarhanud Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang digelar umat Hindu bersama lintas etnis dan suku tersebut menampilkan berbagai kesenian tradisional sebagai simbol kerukunan dan toleransi di Kota Cimahi.

Acara diawali dengan penampilan spesial 119 Tari Pendet lintas generasi se-Bandung Raya, kemudian dilanjutkan dengan parade budaya dari berbagai daerah, di antaranya gebogan, gamelan gong suling, payas adat Bali Madya, payas adat Bali Agung, payas ke pura, kesenian ngelayang, angklung buncis, barongsai, baris gede, sisingaan, ogoh-ogoh, tektekan, topeng bondres, hingga gamelan beleganjur.

Selain budaya Bali, kegiatan juga dimeriahkan partisipasi etnis Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, Dayak, Palembang, Batak, Padang, dan Tionghoa yang menampilkan kesenian khas masing-masing.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, keberagaman budaya yang ditampilkan menjadi bukti kuatnya toleransi antarumat beragama di Kota Cimahi.

“Alhamdulillah, Kota Cimahi meskipun kecil tetapi masyarakatnya rukun. Toleransi antarumat beragama sangat terjaga, saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” ujar Ngatiyana.

Penampilan 119 Tari Pendet lintas generasi membuka Pawai Budaya dan Ogoh-Ogoh yang diikuti berbagai etnis di Kota Cimahi.

Ia menambahkan, persatuan dan kesatuan menjadi kunci terciptanya keamanan serta ketertiban di tengah keberagaman masyarakat.

“Kota Cimahi selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan, sehingga keamanan dan ketertiban tetap terjaga walaupun masyarakatnya terdiri dari berbagai suku dan agama,” tambahnya.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kota Cimahi, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ketua panitia Letkol CBA Made Widhiartana menyampaikan bahwa tahun ini pawai diikuti enam etnis, dan diharapkan pada tahun mendatang seluruh etnis di Cimahi dapat berpartisipasi.

“Saat ini baru enam etnis yang ikut memeriahkan. Mudah-mudahan tahun depan seluruh 23 etnis di Kota Cimahi bisa hadir dan meramaikan acara,” katanya.

Perayaan pawai budaya dan ogoh-ogoh berlangsung meriah dan disaksikan masyarakat yang memadati lapangan Pussenarhanud. (Tom)