
BANDUNG BARAT, Rajindonews.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat bergerak cepat menangani kebakaran kandang peternakan kambing di Kampung Ciraten Pentas, RT 01 RW 13, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Rabu (13/5/2026) sore.
Dalam peristiwa tersebut, sekitar 30 ekor kambing dilaporkan mati terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.
Kebakaran pertama kali dilaporkan warga bernama Tohir sekitar pukul 16.00 WIB.
Mendapatkan laporan tersebut, Regu 2 Damkar Lembang langsung meluncur ke lokasi dan tiba pukul 16.14 WIB dengan waktu respon 14 menit dari jarak sekitar 7,1 kilometer.
Objek yang terbakar merupakan kandang peternakan kambing milik Ahmad Apandi dengan luas area terdampak sekitar 10 meter persegi. Api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang belum sepenuhnya padam lalu merembet ke area kandang.

Besarnya kobaran api membuat petugas harus bekerja ekstra agar kebakaran tidak menjalar ke rumah warga di sekitar lokasi. Beruntung, rumah tinggal yang berada di sisi kiri dan depan lokasi berhasil diselamatkan.
“Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan proses pemadaman dan pendinginan guna mencegah api meluas ke permukiman warga,” demikian keterangan dalam laporan akhir penanganan Damkar KBB.
Dalam operasi tersebut, Damkar KBB menerjunkan lima unit armada. Penanganan turut dibantu Regu 2 Parongpong dengan dua unit kendaraan, Damkar Kota Bandung dua unit, aparat Desa Wangunsari, serta warga setempat.
Proses pemadaman berlangsung selama hampir dua jam dan dinyatakan selesai sekitar pukul 18.05 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut, namun puluhan ternak kambing tidak berhasil diselamatkan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas pembakaran sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang dekat dengan material mudah terbakar seperti kandang ternak dan permukiman.
Damkar KBB juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan potensi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kerugian dapat diminimalkan. (Tom)