April 30, 2026

Kartini Jadi Momentum, Pemkot Cimahi Perkuat Peran Perempuan Dalam Pembangunan Daerah

Wali Kota Cimahi Ngatiyana memimpin upacara peringatan Hari Kartini di Lapangan Apel Pemkot Cimahi, Selasa (21/4).

CIMAHI, Rajindonews.id – Pemerintah Kota Cimahi menggelar upacara peringatan Hari Kartini di Lapangan Apel Kantor Pemkot Cimahi, Selasa (21/4), sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini sekaligus mendorong penguatan peran perempuan dalam pembangunan dan kesetaraan di berbagai bidang.

Upacara yang diikuti jajaran aparatur sipil negara serta organisasi perempuan ini dirangkaikan dengan seminar yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Aula Gedung A.

Kegiatan tersebut dihadiri 42 organisasi wanita dengan menghadirkan narasumber Lita Nurhidayah.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kontribusi nyata perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

“Perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama. Perannya sangat menentukan dalam pembangunan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, perempuan merupakan “madrasah utama” dalam keluarga yang berperan penting dalam membentuk karakter generasi masa depan.

Senada, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyebut pemberdayaan perempuan sebagai investasi jangka panjang yang berdampak luas bagi ketahanan keluarga dan sosial.

“Setiap upaya pemberdayaan perempuan akan memberikan dampak berlipat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, menegaskan bahwa perempuan tidak hanya menjadi penggerak keluarga, tetapi juga sumber inspirasi dalam pembangunan karakter anak.

Pemerintah Kota Cimahi terus mendorong peningkatan kualitas perempuan melalui program pelatihan, peningkatan keterampilan, hingga advokasi. Salah satunya rencana pelaksanaan isbat nikah massal sebagai bentuk perlindungan hukum bagi perempuan dan anak.

Dengan jumlah perempuan usia produktif yang besar, Pemkot Cimahi menilai potensi tersebut perlu dioptimalkan sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan daerah ke depan. (Tom)