June 2, 2026

Disarpus KBB Dorong Pelestarian Naskah Kuno Lewat Sosialisasi Libatkan Tokoh Budaya dan Masyarakat

Peserta Sosialisasi Naskah Kuno Tahun 2026 mengikuti pemaparan materi mengenai pelestarian dan inventarisasi naskah kuno sebagai warisan budaya Sunda di Kabupaten Bandung Barat.

BANDUNG BARAT, Rajindonews.id – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bandung Barat menggelar Sosialisasi Naskah Kuno Tahun 2026 di Homestay Guapawon, Cipatat, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah untuk memperkuat pelestarian warisan budaya dan sejarah daerah yang mulai terancam hilang akibat perkembangan zaman.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari budayawan, kuncen, tokoh agama, tokoh masyarakat, fasilitator perpustakaan desa, hingga pegiat budaya dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga naskah kuno sebagai sumber sejarah, pengetahuan, dan identitas budaya Sunda.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat Heri Pratomo, S.IP, dalam Segalanya menegaskan bahwa keberadaan naskah kuno tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menyimpan jejak peradaban dan pengetahuan leluhur yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Pelestarian naskah kuno bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran bersama agar warisan budaya tersebut tidak hilang,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Kepala Bidang Kebudayaan Dispusipda KBB, filolog Sunda dari Pusat Budaya Sunda Universitas Padjadjaran (Unpad), serta pegiat naskah kuno dari Paguyuban Pancanaka Kabupaten Bandung Barat. Para narasumber membahas nilai historis naskah kuno, teknik penyimpanan, metode perawatan, hingga langkah penyelamatan dokumen bersejarah yang masih tersimpan di masyarakat.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diwarnai diskusi interaktif terkait inventarisasi dan dokumentasi naskah kuno. Masyarakat didorong untuk melaporkan keberadaan naskah kuno agar dapat dilakukan pendataan dan pelestarian secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah bersama akademisi dan komunitas budaya.

Dispusip Kabupaten Bandung Barat berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya Sunda di tengah arus modernisasi yang terus berkembang. (Tom)

About the Author