April 4, 2026

Pemkot Cimahi Anugerahkan CHiMA 2025 untuk Dorong Inovasi Daerah

CIMAHI, rajindonews.com – Pemerintah Kota Cimahi melalui Bappelitbangda menggelar penganugerahan Cimahi Motekar Awards (CHiMA) 2025 di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, sebagai upaya mendorong daya saing daerah dan memperkuat budaya inovasi. Kompetisi yang telah berlangsung sejak April 2025 ini diikuti 228 inovasi dari lima kelompok peserta dan satu predikat khusus perangkat daerah terinovatif Pada Rabu (3/12/2025).

Seleksi dilakukan oleh pejabat fungsional Bappelitbangda, menghasilkan 25 inovasi terbaik yang kemudian mengikuti inkubasi selama dua bulan. Para peserta mendapat pendampingan dari fasilitator dan mentor profesional untuk memastikan inovasi yang dihasilkan mampu memberikan manfaat nyata, berkelanjutan, serta dapat diimplementasikan di masyarakat. Tahap final dinilai oleh tim juri yang mewakili unsur akademisi, bisnis, komunitas, dan pemerintah.

Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, yang hadir dan menyerahkan penghargaan, menegaskan bahwa CHiMA 2025 tidak lagi sekadar kompetisi unjuk karya, tetapi menjadi ruang pembinaan inovasi.

 “Inovasi harus menjadi budaya kerja dan sikap publik. Bukan sekadar gagasan, namun mampu menjadi bukti bahwa kreativitas dapat menyelesaikan persoalan kota,” ujarnya.

Maria berharap karya para inovator tidak berhenti pada prototipe, tetapi berlanjut pada pemanfaatan untuk pelayanan publik maupun pengembangan komersial. Ia menegaskan bahwa Motekar Award bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk bagi inovator untuk melangkah lebih besar.

Pada kesempatan yang sama, Pemkot Cimahi menandatangani kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat terkait pembentukan Sentra Pelayanan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Sentra ini akan menjadi ruang layanan dan pendampingan bagi UMKM, komunitas kreatif, dan peserta inkubasi Cimahi Technopark untuk mendaftarkan merek, hak cipta, indikasi geografis, dan bentuk HKI lainnya. 

“Kerja sama ini bukan hanya formalitas, tetapi pondasi untuk melindungi setiap karya inovatif warga Cimahi,”!tegas Maria.

Adapun para pemenang dari setiap kelompok meliputi inovasi Tepung Grak Ompimpah, C-MAP, dan Lestari (Kelompok 1); Catin Penting, MANTAPP JIWA, dan WISBEN (Kelompok 2); Imah Kita Plus, Well Care AI, dan Ecoverse (Kelompok 3); PETRA, Senachi, dan Ruang Bahasa (Kelompok 4); serta WASTE WISE, GENBIJAK, dan SADIMTA (Kelompok 5).

Untuk predikat khusus perangkat daerah terinovatif diraih oleh Dinas Kesehatan, DP3APPKB, dan Diskominfo Kota Cimahi.

(Gultom)