
KOTA BANDUNG, rajindonews.id – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., menyerahkan delapan unit Rescue Boat HDPE kepada Gubernur Jawa Barat untuk memperkuat kesiapsiagaan penanganan banjir di wilayah Jawa Barat, dalam acara yang digelar di Hotel Holiday Inn, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Rabu (10/12/2025).
Penyerahan bantuan perahu penyelamat berbahan High Density Polyethylene (HDPE) tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana banjir yang kerap terjadi di berbagai daerah Jawa Barat. Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan masyarakat di wilayah rawan bencana.
“Hari ini kita memberikan bantuan kepada Provinsi Jawa Barat berupa 8 unit Rescue Boat HDPE dalam rangka mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah Jawa Barat. Kita berharap RCE tersebut tidak digunakan; kita gunakan kalau banjir,” ujar Pangdam.
Mayjen TNI Kosasih juga menegaskan komitmen Kodam III/Siliwangi untuk terus bersinergi dengan Polda Jabar dan berbagai instansi terkait dalam upaya penanganan bencana alam. Kodam, katanya, telah menyiapkan posko penanganan banjir di tingkat Korem hingga Kodim guna memastikan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem.
“Kerawanan Jawa Barat adalah banjir dan tanah longsor. Kita berdoa mudah-mudahan tidak terjadi banjir,” tutur Pangdam.
Selain kesiapsiagaan alat dan personel, Pangdam mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana. Ia mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat dan Banten untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Mari kita jaga lingkungan, mari kita rawat lingkungan. Jangan sampai kita merusak lingkungan, karena Tuhan menurunkan bencana akibat ulah tangan jahil manusia,” tegasnya.
Rescue Boat HDPE yang diserahkan merupakan produk dalam negeri buatan pabrik Aquatec yang berlokasi di Padalarang. Perahu tersebut diketahui memiliki keunggulan dari sisi daya tahan, keamanan, serta kemampuan menghadapi benturan. Menurut Pangdam, beberapa unit sebelumnya juga telah disumbangkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan instansi terkait lainnya sebagai dukungan penanganan bencana di lapangan.
Dengan diserahkannya delapan unit rescue boat ini, Pemprov Jabar diharapkan memiliki tambahan sarana yang memperkuat respons cepat ketika banjir terjadi, sekaligus semakin memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder kebencanaan lainnya. (Gultom)