
BANDUNG BARAT,Rajindonews.id – Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Bandung Barat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Kamis (19/2/2026).
Kesepakatan ini difokuskan pada penguatan kelembagaan, pemberdayaan ekonomi, dan transformasi digital pesantren di wilayah KBB.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum Kadin KBB, Dr. H. Syamsul Ma’Rarief, M.Pd.I, sebagai pihak pertama dengan Nomor 010/MoU/DP/II/2026. Sementara pihak kedua, Kepala Kantor Kemenag KBB, H. Mukti Hartono, S.Th.I., M.M, menandatangani dokumen bernomor 019/MoU/02.01/Kemenag-KBB/II/2026.
Kerja sama ini mencakup tujuh program utama, yakni implementasi Pilar Ekotren, pengembangan unit usaha pesantren, pesantren digital, pelaksanaan Bimbingan Masyarakat Islam, penguatan Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah sesuai regulasi, sertifikasi kantin halal berdasarkan KMA Nomor 748 Tahun 2021, serta dukungan renovasi dan pengadaan sarana prasarana pesantren.
Ketua Kadin KBB, Syamsul Ma’Rarief, menegaskan MoU ini merupakan bentuk komitmen dunia usaha dalam mendukung kemandirian pesantren.
“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Kadin hadir untuk memperkuat manajemen usaha, akses permodalan, hingga jejaring kemitraan agar pesantren di KBB mampu mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, program pesantren digital dan sertifikasi halal menjadi langkah strategis agar pesantren adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag KBB, Mukti Hartono, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi dengan Kadin membuka ruang penguatan ekosistem pesantren secara menyeluruh.
“Kami berharap kemitraan ini berjalan konkret dan terukur. Pesantren harus kita dorong tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga kuat dalam tata kelola, kewirausahaan, dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Kadin KBB, di antaranya Direktur Eksekutif Iman Sulaeman, SE, Kontap Usaha Pesantren Dedi Somantri, serta Wakil Ketua Bidang Pariwisata Tita Roswati.
Melalui MoU ini, kedua pihak optimistis pesantren di Kabupaten Bandung Barat akan semakin progresif, profesional, dan mampu menjadi pilar pembangunan berbasis nilai keislaman dan kemandirian ekonomi. (Gltm).