April 4, 2026

Upacara Ribuan Umat Hindu Melasti Nyepi Caka 1948 di Lembah Dewata Lembang

Upacara Melasti Nyepi Caka 1948 di Taman Lembah Dewata Lembang, Bandung Barat

BANDUNG BARAT, Rajindonews.id – Sekitar 2.000 umat Hindu dari wilayah Bandung Raya mengikuti Upacara Melasti dalam rangka Tawur Agung Kesanga menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Taman Lembah Dewata, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan sakral ini berlangsung khidmat dengan rangkaian ritual penyucian diri dan alam semesta yang menjadi bagian penting dalam rangkaian Hari Raya Nyepi.

Upacara Melasti merupakan ritual umat Hindu untuk membersihkan diri lahir dan batin serta memohon kesucian kepada Sang Hyang Widhi sebelum memasuki Catur Brata Penyepian. Kegiatan ini juga dihadiri tokoh agama, panitia pelaksana, serta masyarakat umum yang turut menyaksikan jalannya prosesi keagamaan yang berlangsung di tepi danau kawasan wisata tersebut.

Ketua PH PHDI Provinsi Jawa Barat, I Made Irawan, mengatakan bahwa Upacara Melasti tahun ini mengusung tema “Kita semua adalah saudara, satu dunia adalah keluarga” sebagai pesan persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

“Melalui tema ini kami ingin menegaskan bahwa walaupun berbeda suku, ras, dan agama, kita tetap satu keluarga besar. Dari Lembang yang sejuk ini kami membawa pesan damai dan toleransi untuk seluruh masyarakat,” ujar I Made Irawan.

Ia menjelaskan, pemilihan lokasi di Lembah Dewata bukan tanpa alasan, karena keberadaan danau yang jernih melambangkan air suci atau Tirta Amerta yang menjadi simbol penyucian dalam ajaran Hindu.

Prosesi Melasti juga diisi dengan berbagai kesenian sakral dan tradisional, di antaranya Tabuh Buaya Manggak, Tabuh Lelonggoran, Tari Rejang Dewa, Tari Baris Gede, Tari Taksu Bhuwana, Tari Cendrawasih, dan Tari Belibis yang menambah kekhidmatan suasana.

“Kami berharap melalui upacara penyucian ini, umat Hindu dapat memasuki Hari Raya Nyepi dengan hati bersih, penuh kedamaian, serta memperkuat persaudaraan sesuai ajaran Dharma,” tambahnya.

Kegiatan ini dipanitiai oleh manajemen PT Taman Lembah Dewata dan dilaksanakan secara terbuka sebagai bentuk konservasi budaya sekaligus memperkuat nilai toleransi beragama di Jawa Barat. (Tom)