June 12, 2026

Polres Cimahi Genjot Ketahanan Pangan, Targetkan 1.326 Hektare Lahan Jagung dan Serapan Bulog 420 Ton

Kapolres Cimahi menyerahkan bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Bantuan yang diberikan meliputi traktor bajak, pupuk NPK, dan benih jagung hibrida unggul.

CIMAHI, RajindoNews.id – Komitmen Polres Cimahi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan melalui berbagai langkah konkret di sektor pertanian. Salah satunya melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan secara nasional dan dipimpin langsung oleh Kapolri.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H. bersama kelompok tani binaan turut mengikuti panen raya tersebut sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap upaya peningkatan produksi jagung nasional sebagai komoditas strategis pangan.

Dalam keterangannya, Kapolres Cimahi menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk nyata sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut hadir dan berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah, salah satunya di sektor pertanian. Melalui kegiatan panen raya jagung ini, kami berharap dapat mendorong peningkatan produksi pangan serta kesejahteraan para petani,” ujar AKBP Niko, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, Polres Cimahi menargetkan pengembangan lahan jagung hingga mencapai 1.326 hektare. Selain itu, pihaknya juga menargetkan serapan hasil panen oleh Bulog sebesar 420 ton, dengan ketentuan kadar air di bawah 14 persen dan kandungan aflatoksin di bawah 50 ppb sesuai standar yang ditetapkan Bulog.

Hingga saat ini, Polres Cimahi telah berhasil melakukan penanaman jagung di lahan seluas 38,54 hektare. Dari luasan tersebut, hasil panen yang telah dicapai mencapai sekitar 35 ton jagung.

Tak hanya mendorong penanaman, Polres Cimahi juga memberikan berbagai bantuan kepada kelompok tani di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi. Bantuan tersebut meliputi traktor bajak, pupuk NPK, serta benih jagung hibrida unggul guna meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Program ini mendapat respons positif dari para petani karena dinilai mampu membantu pengelolaan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi lahan pertanian yang menghasilkan.

AKBP Niko optimistis kolaborasi lintas sektor yang terus dibangun akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi pangan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Dengan adanya dukungan lintas sektor, kami optimistis Polres Cimahi, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat, dapat memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan pangan nasional, terutama komoditas jagung,” pungkasnya.

Melalui program ketahanan pangan yang berkelanjutan, Polres Cimahi berharap semakin banyak lahan potensial yang dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan perubahan iklim. (Tom)

About the Author