July 23, 2026

Jeje Akui Tantangan Besar Warnai HUT Ke-19 Kabupaten Bandung Barat Meski Berprestasi

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan pidato pada Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-19 Kabupaten Bandung Barat di Gedung Putih, Jumat (19/6/2026).

BANDUNG BARAT, Rajindonews.id – Di tengah sederet capaian pembangunan yang membanggakan, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail justru memilih menyampaikan pengakuan terbuka bahwa Kabupaten Bandung Barat masih dibayangi persoalan serius, mulai dari kemiskinan ekstrem, pengangguran, ketimpangan pembangunan, hingga kerusakan lingkungan. Pernyataan itu menjadi pesan utama dalam Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-19 Kabupaten Bandung Barat di Gedung Putih, Jumat (19/6/2026).

Dalam pidatonya, Jeje menegaskan peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum evaluasi dan refleksi terhadap hasil pembangunan selama hampir dua dekade. Menurutnya, pemerintah harus berani mengakui berbagai kekurangan sebagai dasar menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Masih banyak aspek yang memerlukan perhatian serius dan penanganan jauh lebih cepat serta terukur,” tegas Jeje di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, serta tamu undangan.

Jeje menjelaskan tema HUT ke-19, “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja”, selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Bandung Barat 2025-2029, yakni Bandung Barat Amanah yang merupakan akronim dari Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.

Meski mengakui masih banyak pekerjaan rumah, Jeje memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,28 persen, angka kemiskinan turun menjadi 9,87 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 6,60 persen.

Selain itu, inflasi daerah berhasil dijaga pada angka 2,13 persen, rasio gini turun menjadi 0,364, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 71,65 poin. Di sektor infrastruktur, pemerintah telah menangani jalan kabupaten sepanjang 36,858 kilometer sehingga kondisi jalan mantap mencapai 78,80 persen atau melampaui target.

Pada bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Bandung Barat kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI serta meraih penilaian Sistem Merit kategori Sangat Baik. Pemerintah daerah juga terus memperkuat pencegahan korupsi melalui Monitoring Center for Prevention (MCP) bersama KPK.
Meski demikian, Jeje menegaskan pemerintah tidak boleh berpuas diri.

Ia menilai tantangan terbesar ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, menekan kemiskinan ekstrem, dan menghadirkan pemerataan pembangunan hingga seluruh wilayah.

“Kami menerima kritik sebagai energi perbaikan, masukan sebagai bahan evaluasi, dan aspirasi masyarakat sebagai amanah yang wajib diperjuangkan,” ujarnya.

Mengakhiri pidatonya, Jeje mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang lebih maju, berdaya saing, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia, transformasi ekonomi berbasis potensi lokal, dan pemerintahan yang amanah serta berorientasi pada pelayanan publik. Diskominfotik

(Gultom)

About the Author