September 20, 2026

Sukses Gelar Peralihan Tongkat Estafet Kepemimpinan Si Raja Nabarat Se-Jabodetabek

Serah Terima Kepemimpinan – Penasehat Punguan Si Raja Nabarat Saur Hutabarat/br. Silitonga menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Ketua Umum terpilih periode 2026–2029, St. Ir. M.M. Ido H. Hutabarat, MSM./Sandra br. Sidabutar, dalam acara di Valedrome, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

JAKARTA, Rajindonews.id – Ibadah dan pergantian kepengurusan Punguan Si Raja Nabarat dohot Boru se-Jabodetabek periode 2023–2026 berlangsung meriah di Valedrome, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 3.500 peserta tersebut menjadi momentum peralihan tongkat estafet kepemimpinan dari pengurus periode 2023–2026 di bawah kepemimpinan Brigjen (TNI) Dr. Harri Dolli Hutabarat, S.Sos., M.Si./Reni br. Nadapdap kepada kepengurusan periode 2026–2029.
Tongkat estafet kepemimpinan diserahkan Penasehat Punguan Si Raja Nabarat, Saur Hutabarat/br. Silitonga, kepada Ketua Umum terpilih periode 2026–2029, St. Ir. M.M. Ido H. Hutabarat, MSM./Sandra br. Sidabutar.

Ibadah mengusung tema, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,” yang bersumber dari Kolose 3:23.

Dalam sambutannya, Ido Hutabarat menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum Punguan Si Raja Nabarat se-Jabodetabek.

Menurutnya, kepemimpinan tersebut bukan semata-mata kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar punguan.

Ido mengajak jajaran pengurus dan seluruh keluarga besar Si Raja Nabarat untuk menjaga persaudaraan, kekompakan, adat, serta nilai-nilai kekeluargaan yang telah diwariskan para pendahulu.

Bupati Tapanuli Utara, Dr. JTP. Hutabarat, S.Si., M.Si., juga turut hadir dan menyumbangkan salah satu hadiah grand prize bagi keluarga besar Hutabarat.

“Bergandengan tangan, saling mendukung dan saling menguatkan, sehingga semakin solid, maju, dan menjadi berkat bagi seluruh anggota,” ujarnya.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan renungan yang disampaikan Pdt. Anggiat Hutabarat, S.Th. Rangkaian acara kemudian diisi prosesi adat, sambutan para tokoh punguan, marnortor, serta berbagai kegiatan hiburan dan kebersamaan.
Ketua Panitia, Pnt. Parada Hutabarat/br. Simaremare, dalam sambutannya mengingatkan kepengurusan baru agar terus menjaga keharmonisan keluarga besar Hutabarat.

Ia berharap pergantian kepengurusan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan mencegah terjadinya perpecahan di tengah keluarga besar punguan.

Sementara itu, Ketua Umum periode 2023–2026, Brigjen (TNI) Dr. Harri Dolli Hutabarat, menyampaikan bahwa selama tiga tahun kepengurusannya, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan pengurus dalam kegiatan suka maupun duka.

Keterlibatan tersebut, kata Dolli, merupakan bagian dari kepedulian, kebersamaan, dan semangat persaudaraan di kalangan keluarga besar Hutabarat.

Sejumlah inovasi juga dilakukan selama masa kepengurusan, antara lain penerbitan Buku Adat Punguan Si Raja Nabarat, pembuatan selendang ulos dan jaket ulos, serta Pataka Punguan Si Raja Nabarat yang digunakan untuk periode kepengurusan 2026–2029.

Selain itu, punguan juga melaksanakan kegiatan sosial, termasuk penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Bonapasogit.

Dolli menegaskan, Punguan Si Raja Nabarat bukan hanya milik pengurus, tetapi merupakan rumah bersama bagi seluruh pomparan Hutabarat yang berada di wilayah Jabodetabek.

Rangkaian acara yang berlangsung sekitar sembilan jam tersebut dikemas dengan melibatkan berbagai kelompok usia. Koordinator acara, Ny. David Brown/Rita Hutabart, Ph.D., bersama tim menyusun rangkaian kegiatan yang menggabungkan ibadah, adat, hiburan, seni budaya, hingga kegiatan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda.

Acara dipandu Master of Ceremony Serepina Tiur Maida Hutabarat, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., yang berkolaborasi dengan Dewi Hutabarat dalam penampilan hiburan. Sementara sesi lelang lagu diramu oleh Robert Ahuy Hutabarat.

Kehadiran Putra Hutabarat yang mewakili Bonapasogit turut memberi warna dalam kegiatan tersebut. Bupati Tapanuli Utara, Dr. JTP. Hutabarat, S.Si., M.Si., juga turut hadir dan menyumbangkan salah satu hadiah grand prize bagi keluarga besar Hutabarat.

Sejumlah hadiah disiapkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya tiket pesawat pulang-pergi rute Silangit–Jakarta, mesin cuci, kulkas, sepeda listrik, hingga satu unit sepeda motor sebagai grand prize utama.

Dalam tradisi Batak, ibadah atau pesta partangiangan tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai Dalihan Na Tolu, kebersamaan, saling menghormati, serta kepedulian antarsesama.

Kebersamaan Keluarga Besar Hutabarat – Sekitar 3.500 peserta menghadiri Ibadah dan periodeisasi kepengurusan Punguan Si Raja Nabarat dohot Boru se-Jabodetabek di Valedrome, Jakarta. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kekeluargaan.

Prosesi Mangido Tua Gondang yang dipimpin tokoh adat Winhard Hutabarat juga berlangsung khidmat dan menjadi bagian penting dalam rangkaian acara.
Kegiatan tersebut turut melibatkan seluruh generasi, mulai dari orang tua dan lansia, generasi muda, hingga anak-anak. Kelompok Marompu Ompu turut tampil melalui lagu dan gerak.

Nuansa budaya semakin kuat dengan penampilan angklung Hutabarat karya Natumandi, kuis berbasis aplikasi, serta penampilan gerak dan lagu anak-anak sekolah minggu.

Berbagai kelompok keluarga juga menampilkan tortor yang menambah kemeriahan acara. Seluruh rangkaian tersebut menunjukkan upaya keluarga besar Si Raja Nabarat untuk terus memperkenalkan dan mewariskan nilai adat serta budaya kepada generasi penerus.

Ibadah dan pergantian kepengurusan periode 2023–2026 tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkokoh persatuan dan kebersamaan keluarga besar Si Raja Nabarat se-Jabodetabek.

Semangat marsihaholongan, marsiamin-aminan, dan marsitungkol-tungkolan menjadi pesan yang mengiringi kepengurusan baru dalam melanjutkan kebersamaan, menjaga kekompakan, serta melestarikan adat dan budaya Batak bagi generasi mendatang.***
(STH)

About the Author

error: Content is protected !!