
BANDUNG BARAT, Rajindonews.id – Warga Kampung Pojok, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (5/8/2026), terus menggalakkan gerakan kebersihan lingkungan secara mandiri di tengah sorotan terhadap dugaan dampak polusi udara dari aktivitas pengolahan batu kapur dan keberadaan sejumlah pabrik di sekitar permukiman. Gerakan tersebut lahir dari kesadaran masyarakat tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.
Salah satu anak tokoh masyarakat setempat mengatakan, perubahan lingkungan hanya dapat terwujud apabila seluruh warga memiliki kepedulian dan kemauan untuk merawat kampungnya. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci terciptanya lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman.
“Kudu tulus jeung daek ngurus tangtu kampung bakal alus. Kudu motekar jeung daek ihtiar ngarah hirup bisa dahar. Kudu amanah jeung sauyunan ngarah manggih kaberkahan,” ujarnya kepada Rajindonews.id.

Di sisi lain, warga juga mempertanyakan manfaat keberadaan pabrik yang selama bertahun-tahun beroperasi di sekitar Kampung Pojok. Mereka menilai dampak polusi udara masih dirasakan, sementara sejumlah akses jalan disebut mengalami kerusakan. Warga juga mempertanyakan besaran kompensasi yang diterima, yakni sekitar Rp40 ribu per rumah setiap tahun, yang dinilai belum sebanding dengan dampak yang dirasakan masyarakat.
Melalui gerakan kebersihan kampung, warga berharap kesadaran menjaga lingkungan tumbuh dari masyarakat sendiri sekaligus menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar. (Gultom)