
BANDUNG BARAT, Rajindonews.id – Penulis sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyampaikan ucapan selamat kepada Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, atas keberhasilannya meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).
Pencapaian akademik ini dinilai relevan dengan jabatan politik yang diembannya, sekaligus memperkuat perpaduan antara pemahaman teoritis dan pengalaman praktis dalam memimpin daerah.
Gelar tersebut diharapkan menjadi bekal tambahan bagi Bupati dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di KBB yang dikenal memiliki dinamika dan kompleksitas tinggi. Terlebih, kepemimpinan saat ini memasuki tahun kedua, yang menjadi momentum penting untuk mulai bergerak lebih cepat, terukur, dan responsif terhadap tuntutan masyarakat.
Masyarakat KBB sendiri dinilai semakin kritis dan telah lama menantikan terobosan serta inovasi dari pemerintah daerah, terutama dalam upaya mengejar ketertinggalan dibandingkan daerah lain.
Sejumlah persoalan mendasar masih menjadi pekerjaan rumah, seperti angka kemiskinan dan kasus stunting yang relatif tinggi, serta kesenjangan pembangunan kewilayahan yang tercermin dalam rasio gini yang masih cukup besar.
Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia juga menjadi sorotan. Rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk KBB masih berada di kisaran 8 tahun atau setara kelas 2 SMP. Kondisi ini dinilai belum mengalami peningkatan signifikan sejak awal berdirinya Kabupaten Bandung Barat.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2007 saat wilayah Bandung Barat dan Cimahi masih menjadi bagian dari Kabupaten Bandung, angka RLS berada pada posisi yang sama, yakni sekitar 8 tahun. Namun, pada tahun 2025, Kabupaten Bandung telah mendekati rata-rata lama sekolah 9 tahun atau setara kelas 1 SMA, sementara Kota Cimahi bahkan telah mencapai kisaran kelas 2 SMA.
Ironisnya, jika mengacu pada dokumen RPJMD KBB 2024–2029, target rata-rata lama sekolah hingga akhir periode tersebut masih belum menyentuh level kelas 3 SMP. Hal ini memunculkan kekhawatiran akan lambatnya peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Oleh karena itu, penulis berpandangan bahwa Bupati Jeje Richie Ismail perlu memiliki komitmen kuat untuk melakukan evaluasi dan revisi terhadap RPJMD, setidaknya pada tahun 2027. Langkah ini dinilai penting agar arah kebijakan pembangunan, khususnya di sektor pendidikan, dapat dipacu lebih progresif dan selaras dengan harapan masyarakat.
Dorongan kepada jajaran birokrasi untuk mempercepat kinerja juga menjadi kunci dalam menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat. Dengan bekal akademik dan pengalaman yang dimiliki, publik berharap kepemimpinan Bupati mampu membawa Bandung Barat keluar dari berbagai ketertinggalan menuju daerah yang lebih maju dan berdaya saing.
Wallahu a’lam.
(Penulis: Djamukertabudi, Pemerhati
Pemerintahan Daerah)