July 24, 2026

Pemkab Bandung Barat Gandeng KLH Percepat Pemulihan Saguling dan Penanganan Sampah Berkelanjutan Bersama Pentahelix

Wakil Bupati Bandung Barat bersama Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat, jajaran Pemkab Bandung Barat, dan PAGER SAGULING usai membahas percepatan pemulihan Kawasan Danau Saguling serta penguatan kolaborasi penanganan lingkungan melalui pendekatan pentahelix di Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026).

BANDUNG, Rajindonews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat memperkuat sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mempercepat pemulihan Kawasan Danau Saguling sekaligus meningkatkan penanganan persoalan persampahan di Kabupaten Bandung Barat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Bupati Bandung Barat dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, di Jalan Arya Jipang Nomor 6, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Bandung Barat menyampaikan bahwa kondisi ekologi Kawasan Saguling membutuhkan penanganan yang lebih terpadu. Pertumbuhan eceng gondok yang semakin masif dinilai telah mengganggu fungsi perairan, aktivitas masyarakat, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat berkembangnya populasi nyamuk di kawasan bantaran danau.

Ia menjelaskan, Pemkab Bandung Barat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Indonesia Power, Program Citarum Harum, Pangauban Gerakan Santri Gugus Lingkungan (PAGER SAGULING), serta masyarakat selama ini terus melakukan pembersihan eceng gondok melalui kolaborasi lintas sektor. Namun, besarnya persoalan memerlukan dukungan kebijakan dan penguatan peran pemerintah pusat agar penanganannya berjalan lebih efektif dan berkelanjuta.

Selain membahas pemulihan Kawasan Saguling, audiensi juga menyoroti penanganan persoalan persampahan di Kabupaten Bandung Barat.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian pemerintah dan akan diperkuat melalui kebijakan serta kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Kementerian siap membantu, memfasilitasi, dan memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah serta masyarakat dalam pengembangan program lingkungan hidup, termasuk memfasilitasi pembiayaannya,” ujar Jumhur.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Pangauban Gerakan Santri Gugus Lingkungan (PAGER SAGULING), Haris Bunyamin, menyatakan organisasinya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pengentasan krisis ekologis di Kawasan Saguling.

Menurutnya, PAGER SAGULING akan mengembangkan pendekatan kolaboratif berbasis nilai-nilai keagamaan, kearifan lokal Sunda, pemberdayaan masyarakat, pendidikan lingkungan, ekonomi hijau, dan kemitraan multipihak melalui konsep Saguling Biosfer.

Konsep tersebut diarahkan menjadi model pengelolaan kawasan yang mengintegrasikan pemulihan ekosistem, pengendalian pencemaran, pengelolaan eceng gondok secara produktif, rehabilitasi daerah tangkapan air, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan desa lingkungan, hingga pendidikan ekologi berbasis pesantren.

Menindaklanjuti arahan Menteri Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengakselerasi langkah kolaboratif dalam pemulihan Kawasan Saguling maupun pengelolaan persampahan.

Pihaknya akan memfasilitasi koordinasi, komunikasi, dan mediasi antarpemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.

“Kami siap memfasilitasi dan membangun ruang kolaborasi melalui skema pentahelix agar seluruh pihak dapat berkontribusi sesuai peran dan kapasitasnya dalam mempercepat pemulihan Kawasan Saguling serta penguatan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Melalui model kolaboratif tersebut, Pemkab Bandung Barat optimistis percepatan pemulihan ekosistem Danau Saguling, pengendalian eceng gondok, pengelolaan persampahan, serta pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. (Tom)

About the Author